Kamis, 24 Maret 2016

Akulah Angin



Akulah angin...
Yang sekelebat hadir menyapa
Membelai lembut tubuhnya
Namun tiada bisa memeluknya
Akulah angin....
Yang hadir seper sekian detik
Dan mencoba tuk sedikit mengusik
Tapi, kau tetap diam tak bergeming
Akulah angin.....
Yang hanya menjadi sesuatu tak kasat mata
Tak bisa terus menjajari langkahnya
Akulah angin....
Yang sesaat kau rasa
Lalu hilang begitu saja

Minggu, 08 November 2015

Harapan yang kandas

Apakah kalian pernah berharap pada sesuatu atau pada seseorang?
Apakah kalian pernah dikecewakan oleh harapan kalian sendiri?
Aku pernah. bahkan sudah beberapa kali. Dan saat ini pun, aku tengah merasakannya. Sedih sih jika harapan itu tak menjadi kenyataan. Tapi kita bisa apa, semua yang menentukan ada Allah SWT, kita hanya bisa berdoa agar harapan kita terkabul. Meski pada akhirnya, tak semua harapan dapat terkabul.Terkadang, saya bertanya, mengapa saya harus berharap jika pada akhirnya saya selalu dikecewakan. Dan saya sempat berfikiran untuk tidak berharap pada sesuatu atau seseorang kembali, mungkin itu karena saya merasa sangat marah dan kecewa. Tapi pada akhirnya, saya tersadar, Allah selalu memberikan yang terbaik untuk kita. Allah tak akan memberikan hal yang tak baik untuk kita. Dan saat apa yang kita harapkan tak terkabul, bisa jadi harapan itu tak baik untuk diri ini atau mungkin bisa jadi Allah tengah menguji ketaatan dan kesetian kita kepadaNya. 

Sabtu, 31 Januari 2015

HUJAN

Derai hujan menetes berjuta-juta butiran
Membasahi seluruh tempat perpijakan
Dingin beringsut menusuk badan
Matikan seluruh organ-organ

Hujan yang dulu didambakan
Kini berubah menyebalkan
Buliran air seolah menikam perasaan
Menghujam, hingga percikkan luka tak tertahankan

Hujan yang membasuh kaki tangan
Basahi seluruh nurani penuh penderitaan
Karena menguak akan film yang pernah ditayangkan
Yang kini kembali diperlihatkan

Hujan menyebalkan menguasai alam
Pergilah agar langit tak lagi kelam
Kumohon berhentilah hujan sayang
Ku tak lagi inginkanmua menjadi bayang-bayang keindahan

Jumat, 30 Januari 2015

IKHLAS

Aku tau tuhan mempertemukan kita dengan seseorang pasti mempunyai maksud tersendiri. Meski terkadang orang yang hadir itu hanya mampir dalam kehidupan kita, lalu pergi begitu saja. Seharusnya saat seseorang itu hadir dalam kehidupan kita, kita tak boleh terlalu takut untuk kehilangannya. Karena, semakin kita takut maka semakin besar kemungkinan untuk kehilangan dia akan terwujud.
Aku pernah dan sering dipertemukan oleh banyak orang, lalu mereka dengan cepat menghilang. Aku gak mau munafik, jujur saja ketika mereka hadir aku sangat bahagia. Tapi, ternyata.. Tuhan berkehendak lain. Tuhan mengambil kembali orang-orang yang begitu aku sayangi. Mungkin, kita memang tak boleh menyayangi orang terlalu dalam. Kita hanya boleh menyayanginya seperti setetes air yang jatuh menetes di telapak tangan. Terasa tapi tak dapat digenggam.
Ketika seseorang yang hadir itu telah pergi, IKHLAS adalah hal paling bijak yang harus kita lakukan. Mengikhlaskannya pergi dan tak menahannya lagi. Lalu menerima takdir yang telah ditetapkan Tuhan. Dan berdamai dengan diri sendiri.

Kamis, 29 Januari 2015

KEGELAPAN 07012015

Aku tak pernah suka dengan kegelapan. Sama sekali tidak suka. Tapi, kali ini, aku ingin berlari menuju kegelapan. Aku ingin bersembunyi disudut yang paling gelap, hingga tak seorang pun yang dapat melihatku. Sebelumnya aku sangat takut berada dalam kegelapan. Tapi, saat ini, aku tak ingin ada satu cahaya pun menerangiku. Aku ingin berada dalam ruangan paling gelap dan paling dalam. Aku ingin bersembunyi dari semua orang. Aku tak ingin ada seorang pun yang melihatku. Aku ingin berada dalam ruang paling gelap, hingga aku pun tak dapat melihat diriku sendiri.

Jumat, 23 Januari 2015

TENTANG REMBULAN

Lihatlah rembulan yang ditemani berjuta bintang
Dia tetap diam tak memandang
Meski satu sinar bintang
Mampu buatnya terbang melayang

Lihatlah keangkuhan rembulan
Bersembunyi dibalik luapan perasaan
Tentang rasa yang tersisikan
Masih berdiam di sudut ruangan

Lihatlah rembulan di langit malam
Sinarnya nampak mulai padam
Tertutup bentangan kanvas alam bercat hitam

Lihatlah senyum rembulan yang tersamarkan
Terasa dingin tak lagi menghangatkan
Bekukan segala asa yang pernah terlukiskan
Dan tinggalkan bintang dalam ruang kegelapan

Kamis, 22 Januari 2015

KACAU

Hari ini sangat kacau. Sebenarnya aku sendiri juga masih bingung apanya yang kacau?. Enggak, sepertinya yang kacau adalah diriku sendiri. Seolah hari ini aku memang benar-benar kacau. Ah, ingin rasanya aku berlari sejauh mungkin dan secepat mungkin, berharap dapat melepaskan semua beban yang ada di dalam otakku ini. Aku benar-benar kacau hari ini.

QUOTE

Sesungguhnya yang menciptakan kekecewaan di dalam hati adalah diri kita sendiri. Karena tanpa sadar kita mengharapkan sesuatu dengan berlebihan.

Rabu, 21 Januari 2015

AKU PASTI BISA

            Hari ini menyedihkan sekali. Bukan. Ini bukan masalah percintaanku. Atau perasaan-perasaan bodoh yang ada dalam hatiku. Tapi, ini masalah nilaiku. Nilaiku jelek. 2 mata kuliah aku dapat B- dan 2 lagi aku dapat B+. Kenapa aku gak dapat A sih? Kapan huruf A itu muncul?. Ok, ini memang belum semua mata kuliah nilainya keluar, tapi tetap aja aku merasa was-was. Dan yang bikin aku semakin sebel adalah, nilaiku tertinggal dengan orang-orang itu. Orang-orang yang ada di daftar merahku. Menyedihkan sekali. Sungguh ini sangat menyakitkan. Aku sudah mengecewakan orang tuaku. Gak berguna. Mungkin itu memang julukan yang pantas untukku. Ya Allah, aku ini kenapa?. Dimanakah diriku yang dulu. Harusnya aku bisa mengalahkan mereka semua. Tapi, kenapa aku gak mau berusaha dengan keras. Bahkan sepertinya aku masih belum usaha apa-apa. Belajar pun aku tak pernah. Bukankan aku dulu sudah berjanji bahwa akan sungguh-sungguh kuliah. Aku sudah berjanji akan fokus kuliah dan gak memikirkan hal lain. Apa aku sudah lupa dengan penghinaan pada diriku dan keluargaku yang dilakukan oleh orang itu?. Aku harus berjuang. Oh, Tuhan... kenapa aku bisa melupakan semua itu. Maafkan aku yang sudah terlena oleh kebahagiaan sesaat itu. Aku harus kembali kejalan yang benar. Tujuanku berada di kota besar itu hanyalah untuk kuliah. Aku harus cepat-cepat menyelesaikan studiku ini. Aku harus buktikan pada orang-orang terkutuk itu bahwa aku bukanlah orang yang lemah dan bodoh. Aku harus bisa buktikan. Aku pasti bisa.

CHAMSEUDA

Selamat pagi. Pagi yang cerah bukan?. Tapi, sepertinya hatiku tak secerah pagi ini. Terasa sendu. Mungkin karena pagi-pagi seperti ini aku sudah mendengarkan lagu sendu. Lagu yang lagi-lagi, yah... mengingatkanku akan orang itu. Sumpah, aku suka banget sama lagu ini. Seolah lagu ini mewakili perasaanku banget. Tiap liriknya terasa seperti isi dalam hatiku. Aku tak berniat sama sekali untuk promosi’in lagu ini loh. Lagi pula aku juga bukan korean lovers. Aku hanya suka saja dengan lirik dan nadanya. Seolah pas banget dengan suasana hatiku saat ini. CHAMSEUDA, itulah judul lagu ini. :’)

Selasa, 20 Januari 2015

DIBALIK ANGKA 20

          Hari ini tanggal 20. Hufh, aku jadi teringat kembali kejadian itu. Hari dimana dia menyatakan cintanya kepadaku. Saat itu hujan menderai kota dimana aku tengah menuntut ilmu, kota yang mengenalkan dia kepadaku. Sungguh aku ini kenapa? Kanapa aku kembali mengingatnya? Bukankah aku telah melupakannya? Atau aku memang masih belum bisa melupakannya? Ah, tidak. Itu tidak mungkin dan tidak boleh. Aku harus melupakannya. Aku benci dengan angka 20. Entah mengapa kini aku merasa membenci angka tersebut. Padahal sebentar lagi umurku menginjak angka tersebut. Oh, Tuhan... kenapa aku harus membenci angka yang tidak bersalah itu? Kenapa aku harus menyalahkannya?. Sial, lagi-lagi aku menumbuhkan pertanyaan-pertanyaan dalam hidupku. Harusnya aku tak usah bertanya. Agar aku tak perlu susah-susah untuk mencari jawabannya. Harusnya aku berhenti. Tak perlu bertanya-tanya lagi.

Senin, 19 Januari 2015

MENGHAPUS KENANGAN

          Melupakan seseorang atau suatu kenangan di dalam hidup kita memanglah tidak mudah. Semakin kita berusaha untuk menghilangkannya, semakin tampak nyata. Hadir dan terus menghantui dalam setiap langkah kita. Memang rasanya berat sekali ketika kita harus menerima kenyataan tentang sebuah kenangan menyakitkan atau menggembirakan yang pernah dilukis oleh seseorang yang pernah menempati sudut hati terdalam. Tapi, inilah hidup. Kita harus belajar mengikhlaskan segala yang telah terjadi. Aku tau bagaimana dikecewakan oleh sebuah perasaan yang dulu sempat membara begitu panasnya. Dan rasa itu harus terhempas dalam hitungan beberapa minggu. Awalnya aku begitu sakit hati, marah dan kecewa semua menjadi satu. Aku kesal dengan diriku sendiri, mengapa aku harus membiarkan rasa itu berkembang terlalu jauh. Hingga memperbolehkannya masuk kedalam kehidupanku lalu mengukir beberapa kenangan indah yang tertanam dalam memoriku. Dan dia berhasil menghancurkannya dalam sekejab. Tidak. Ini bukan hanya salahnya sepihak. Mungkin aku juga salah. Karena terlalu mengikuti perasaanku. Perasaan ingin disanjung setiap hari. Padahal ku tau dia bukanlah tipe lelaki yang pandai berkata-kata manis. Dia adalah sosok yang misterius. Tenggelam dalam pikirannya sendiri. Terlalu sibuk dengan kehidupan dan hatinya sendiri. Awalnya ku kira aku telah benar-benar menyentuh dasar hatinya. Memasuki dunia ajaibnya. Tapi ternyata, aku salah. Aku hanya menyentuh sepucuk hatinya. Dan berada di depan pintu kehidupannya. Aku tak bisa masuk kedalamnya. Karena aku tak memiliki kunci tuk membukanya. Hari-hari berlalu. Dan dengan iringan jam yang berdetak setiap detiknya, aku baru menyadari sesuatu hal yang amat menghujam jantungku. Tepat ketika mentari diatas kepalaku, tuhan memperlihatkan kenyataan yang menghancurkan seluruh anganku. Aku baru tersadar dari mimpiku. Bahwa ternyata di dalam hatinya masih ada wanita lain selain diriku. Aku marah, kecewa. Ingin rasanya ku teteskan air mata di hadapannya. Tapi, aku keburu kesal. Hingga hanya berucap beberapa kali. Lalu diam. Dia pun diam. Tanpa berkomentar. Atau berniat memberi penjelasan kepadaku.
          Saat itu aku mengutuk diriku sendiri. Kenapa aku harus membukakan pintu hatiku yang telah terkunci selama hampir dua tahun ini. Kenapa harus ku bukakan pintu itu untuknya. Harusnya aku tetap menutupnya. Tapi, semua sudah terjadi. Apa yang harus ku sesali. Toh segalanya tak akan pernah kembali. Tepat sehari sebelum perayaan sebulan kita bersama, akhirnya kita benar-benar berpisah. Dia pergi meninggalkanku. Dan sejak saat itu, rasanya aku begitu tak menentu. Semua hal yang pernah terjadi dalam hidupku kini kembali membayangi. Ku lalui hari-hari dengan perasaan yang amat ku benci. Aku sangat sulit tuk melupakannya. Mungkin butuh waktu tuk terbiasa dengan kesendirian ini lagi. Dulu dengan orang brengsek yang pernah mengukir kenangan dalam hidupku juga, aku membutuhkan waktu setahun lebih untuk menyembuhkan hatiku dan membiasakan hatiku tanpanya. Apa mungkin aku juga memerlukan waktu selama itu untuk melupakannya? Atau malah lebih lama lagi? Ah, entahlah. Hari ini tepat sebulan kita berpisah. Dan sepertinya, perlahan hatiku sudah mulai terbiasa tanpanya. Mungkin sudah merelakannya.

Sabtu, 17 Januari 2015

MIMPI BODOH

Apa kalian pernah merasakan kehilangan dan sakit hati?. aku yakin kalian pasti pernah merasakannya. dan saat ini mungkin itulah yang kurasakan. sebenarnya ini bukan hal yang baru bagiku. toh sebelum-sebelumnya aku pernah kehilangan dan merasakan sakit hati. tapi, entah mengapa aku merasakan ada sesuatu yang berbeda saat ini. rasanya semua ini terlalu menyakitkan. ok, mungkin aku terlalu lebay merasakannya. atau mungkin karena aku terlalu berharap tinggi dengan angan kosong belaka. ah, sungguh semua ini sangat menyebalkan bagiku. aku benci dengan diriku saat ini. seolah aku lupa diri. aku melupakan tujuan awalku. tuhan, aku kenapa? apa yang terjadi dengan diriku? mengapa aku jadi berubah? mengapa aku terlihat begitu rapuh dihadapannya?. GAK. aku gak boleh berlarut-larut dengan hal bodoh ini. bahkan tuhan pun sudah memberiku petunjuk di dalam tidurku tadi pagi. tuhan memperlihatkan kepadaku, bahwa bahkan dalam mimpiku pun dia tak mau memandangku. sudah saatnya aku harus berhenti. dan kembali ketujuan awalku. aku harus bangun dari mimpi bodohku ini.

Kamis, 15 Januari 2015

DAUN YANG JATUH

Kini ku berjalan bagai sebuah daun yang sedang terombang-ambing oleh angin yang menerpa. Ku terbang tanpa arah. Sesekali aku pun terjatuh, lalu diinjak oleh beberapa orang. Sungguh sangat menyebalkan. Aku hanya sebuah daun yang jatuh dari sebuah pohon. Lalu tertiup oleh angin. Terbawa terbang bersama beberapa daun lain yang gugur. Aku hanya sebuah daun kering yang jatuh, tak berarti dan tak memiliki nilain lagi. Aku bukan lagi sebuah daun di sebuah pohon yang besar. Aku tak lagi menjadi bagian dari pohon itu. Aku sudah terjatuh dan angin membawaku pergi, menjauh dari tempatku saat ini. Aku tak lagi sekokoh dan seindah dulu. Aku hanya menjadi daun kering tak berarti. Hanya bisa menatap pohon yang masih berdiri. Aku hanya sebuah daun yang jatuh, terbuang dan terbang bersama hembusan angin yang membawaku pergi.

Rabu, 14 Januari 2015

SKENARIO KEHIDUPAN

Mungkin ku berjalan terlalu jauh
Hingga aku kehilangan tempat tuk berlabuh
Mungkin ku berjalan dengan terlalu angkuh
Hingga aku kehilangan orang-orang yang selalu ku rengkuh
Mungkin ku berjalan tanpa menoleh kanan kiriku
Hingga aku kehilangan raga yang pernah menyanjungku
Mungkin inilah teguran untukku
Agar ku kembali kejalanmu
Menjadi diriku yang dulu
Dimana tak ada perjalanan yang melebihi batas kecepatan
Tak ada perjalanan yang tak memandang kiri kanan
Inilah saatnya ku kembali pada tujuan
Meneta skenario yang sempat berantakan
Dengan segenap hati ku gantungkan harapan

Padamu wahai sang pencipta kehidupan

KAN KU BUAT KAU MENYESALINYA

Pernah kita lukiskan warna bersama
Cerah ceria canda tawa
Lalui dalam jejak langkah kita
Serta tangis air mata
Telah kita lewati bersama
                                                 
Pernah kita menatap cahaya di angkasa raya
Ciptakan sebuah angan dibatas senja
Dengan beribu cerita yang telah ada
Tersusun dalam buku agenda

Kini ku tau semua telah musnah
Hilang dan tak tersisa
Tapi, kan kulalui angan yang tak jadi nyata
Dengan langkah ringan dan senyum sumringah
Lalu kan ku buat kau terperangah melihatnya
Hingga ciptakan sesal di dada

Selasa, 13 Januari 2015

Sesuatu yang telah dipotong memerlukan waktu yang lama untuk tumbuh kembali.
Bintang tak bersinar bersama rembulan bukan berarti dia menghilang. Hanya saja sinarnya tertutup kegelapan langit malam.
Air hujan mungkin akan membuatmu basah dan kedinginan. Tapi, air hujan dapat membersihkanmu dari debu dan kotoran.

MANTAN TERBAIK


Dia ada di dalam gelap dan terangku
Dia ada dalam setiap langkahku
Menangkapku ketika kuterjatuh
Memberi tawa ketika ku terluka
Dia ada meski jauh di mata
Selalu bertanya dan menyapa
Selalu menjaga hatinya
Menjaga kenangan kita berdua
Dia selalu berusaha menorehkan cerita
Cerita yang sempat padam dan menjadi hampa
Yang pernah kutinggalkan begitu saja
Dia tak pernah membuatku kecewa
Tapi, ku tak pernah berikan apa-apa
Ku tak bisa cintainya sepenuh jiwa raga
Ku tak bisa kembali menulis cerita bersamanya
Maafkan ku selalu menorehkan luka
Maaf ku hanya berimu duka
Maaf ku tak bisa memberimu cinta
Seperti dahulu kala
Kau lah mantan terbaikku
Tapi aku, bukan terbaik untukmu
Ku takkan bisa merajutnya seperti dulu
Karena rasaku bukan lagi untukmu
Cerita kita telah menjadi buku
Yang tengah berjejer di rak rumahku
Yang tak akan pernah ku buka buku itu
Sekalipun kau memohon dan berlutut padaku

MERAGU

 Dalam hidup ini, ada kalanya kau merasa seluruh dunia memusuhimu. karena satu kesalahan yang kau buat, berakibat besar dalam kehidupanmu. b...