Wajahnya terpampang di beranda
Bersama seorang wanita
Yang mungkin kini tlah di cintainya
Senyum sumringah dari bibirnya
Menyayat seisi dada
Bukan karena iri menatapnya
Namun terlebih, karena muak memandang
wajahnya
Tampang yang tak ingin lagi dilihat
mata
Namun kini, jelas tergambar dalam
kornea
Memproyeksikan dari apa yang ada
Tentang sosok makhluk dunia
Hadir kembali dalam gambaran nyata
Sosok yang dulu ada
Yang sering berdusta
Yang tlah menodai kesucian cinta
Lihatlah tampangnya
Tertawa lepas seolah tiada dosa
Dan slalu memakai topeng sebagai
penutup wajah busuknya
Tuk mencari mangsa berikutnya...
Sebagai pemuas hasratnya
Seseorang tlah mengetahui kedoknya
Tentang latar belakangnya
Tentang pikiran kotornya
Tapi, wanita di sampingnya
Terbuai oleh wajah manisnya
Hingga kepalsuan yang dilukisnya
Hanya dipandang bagai sebuah hasil
karya
Tanpa tau isi di dalamnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar