Tak lagi bisa
kubedakan
Hitam putih tlah
tersamarkan
Pucat pasih paras
tergambarkan
Terpampang dibawah
sinar rembulan
Membeku merasakan
Desiran angin,
lalu lalang menerpa badan
Kaki tiada
beranjak pergi
Terpaku di lilit
mega hitam
Tiada daya tuk
lepaskan
Belenggu tlah
terpatri permanen
Mendekap daku,
Memusingkanku
Mata angin pun
tiada menuntunku
Lakuku bagai si
buta dari gua hantu
Dalam gelap harus
terus melaju
Berusaha temukan
cahaya biru
Meski mega hitam
terus selimutiku
Tak kan bisa
hentikan lakuku
Demi sebuah
kepercayaan
Daku rela menitih
jalan tanpa cahaya terang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar