Diatas tanah kering ku
berdiri
Menampakkan jemari kaki yang
telah letih
Setelah lewati beribu kata
berduri
Menerjang, menghujam
bertubi-tubi
Dipinggir sungai berair
jernih
Kutatap bayang yang berdiam
diri
Tiada senyum hiasi
Muram mengelilingi
Dibawah langit putih
Kurasakan angin bertiup lirih
Menyapa diri, menemani
diantara sepi
Didalam buntalan bumi
Beribu rasa enggan pergi
Mendiami hati, memebentuk
memori
Yang tak tergerus oleh hari
Hingga menjadi lekang abadi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar